tolong bantu kk
buatin tinjauan pustaka tentang penelitian botol bekas menjadi pot bunga.
thnky yg udh mw jwb.
ngsal=rport
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Sampah
1. Sampah alam
Sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur ulang alami, seperti halnya daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah. Di luar kehidupan liar, sampah-sampah ini dapat menjadi masalah, misalnya daun-daun kering di lingkungan pemukiman.
2. Sampah manusia
Sampah manusia (Inggris: human waste) adalah istilah yang biasa digunakan terhadap hasil-hasil pencernaan manusia, seperti feses dan urin. Sampah manusia dapat menjadi bahaya serius bagi kesehatan karena dapat digunakan sebagai vektor (sarana perkembangan) penyakit yang disebabkan virus dan bakteri.
3. Sampah konsumsi
Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang, dengan kata lain adalah sampah-sampah yang dibuang ke tempat sampah.
4. Sampah nuklir
Sampah nuklir merupakan hasil dari fusi nuklir dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidup dan juga manusia.
5. Sampah industri
Sampah industri ini umumnya dihasilkan dalam skala besar dan merupakan bahan-bahan buangan dari sisa-sisa proses industri.
6. Sampah pertambangan
Sampah pertambangan ini merupakan bahan-bahan buangan yang berasal dari proses pertambangan.
Sedangkan menurut sifatnya, sampah dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu :
1. Sampah organik - dapat diurai (degradable)
Sampah organik atau sampah basah ialah sampah yang berasal dari makhluk hidup, seperti dedaunan dan sampah dapur. Sampah jenis ini sangat mudah terurai secara alami (degradable).
2. Sampah anorganik - tidak terurai (undegradable)
Sampah anorganik atau sampah kering adalah sampah yang tidak dapat terurai (undegradable) seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya.
Sampah organik mampu terurai secara alami di alam dengan bantuan mikroba. Selain itu, sampah jenis ini telah lama diolah secara sederhana oleh masyarakat sebagai pakan ternak atau bahan pupuk. Selain sampah organik, beberapa sampah anorganik dapat pula terurai secara alami walaupun dalan kurun waktu yang sangat lama. Hal ini disebabkan oleh tingkat penguraian (degradibilitas) tiap bahan berbeda. Adapun uraian tingkat kemudahan sampah dalam penguraiannya dapat dilihat pada.
Jika ditilik secara seksama, campuran beragam jenis sampah organik dan anorganik yang terdapat dalam tumpukan sampah akan menyulitkan proses penguraian secara alami. Pemilahan sampah secara asal sering kali menyebabkan pengolahan yang diterapkan menjadi efektif. Padahal, penanganan setiap jenis berbeda-beda. Sebelum diolah, sampah menyusuri tiga alur pendistribusian yang saling berkaitan yaitu penampungan, pengumpulan dan pembuangan sampah. Padahal akan jauh lebih baik jika sejak awal pengelolaan, sampah telah dipilah berdasarkan jenisnya. Sehingga memudahkan apabila sampah tersebut, terutama plastik yang dapat didaur ulang
Berdasarkan beberapa penelitian, sampah-sampah tertentu memerlukan waktu lama untuk bisa hancur.
B. Plastik
Nama plastik mewakili ribuan bahan yang berbeda sifat fisis, mekanis, dan kimia. Secara garis besar plastik dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yakni plastik yang bersifat thermoplastic dan yang bersifat thermosetting. Thermoplastic mempunyai arti : thermo artinya panas dan plastic yang artinya lentur. Jadi bisa diartikan lentur bila dipanaskan atau dapat dibentuk dengan panas. Bahan thermoplastic dapat didaur ulang. Hal ini karena molekul thermoplastic merupakan polymer linier yang tidak dapat diubah secara kimiawi dan pada saat dipanaskan tidak menjadi rantai bersilang. Apabila bahan thermoplastic menjadi dingin, maka masing-masing ikatan molekulnya tetap tidak bersentuhan. Sehingga dalam praktiknya thermoplastic ini dapat diproses kembali dengan pemanasan dan penekanan menjadi bentuk baru. Biasanya thermoplastic yang didaur ulang digunakan 40% saja dan 60% thermoplastic baru. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas. Sedangkan jenis thermosetting bila telah mengeras tidak dapat dilunakkan kembali. Hal ini terjadi karena dalam proses pembuatannya polimer dipanaskan dan mengalami perubahan molekul. Ketika panas, rangkaian molekul-molekulnya membuat persilangan kimia sehingga susunan polimernya berbentuk tiga dimensi. Plastik yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah dalam bentuk thermoplastic
Ada berbagai macam jenis plastik. Plastik yang digunakan untuk membuat botol air mineral tentu berbeda dengan plastik untuk membuat mangkuk, sedotan, kursi dan pipa. Untuk mengetahui jenis plastik yang digunakan sebagai material dasar sebuah produk dapat dilihat pada simbol yang dicetak pada plastik. Simbol ini berupa sebuah angka (dari 1 - 7) dalam rangkaian tanda panah yang membentuk segitiga, biasanya dicetak di bagian bawah benda plastik
SEMOGA BERMANFAAT.
[answer.2.content]